Diri Sendiri Lah yang Dapat Mengubah Segala Kesedihan dan Pengalaman Pahit Masa Lalu.

The Finest Tree – Membiru

Jangan lupa buat selalu pantengin Ig WEradio plus websitenya Weradio ya dulur dewe karena akan selalu update tentang lagu-lagu baru yang barusan release dari musisi baru ataupun yang sudah lama ada di permusikan Tanah Air. Kali ini WEradio membahas band The Finest Tree nih lur. The Finest Tree adalah duo asal Yogyakarta lur berisikan 2 bersaudara kakak adik Cakka Nuraga sebagai vokalis dan juga gitaris, lalu ada Elang Nuraga sebagai Gitaris dan vocal juga. Mereka pertama kali terbentuk sudah cukup lama lur sekitar 8 tahun yang lalu pada tahun 2012. Pada tahun 2012 lalu bulan desember tepatnya duo ini merilis album pertamanya berjudul “HIJAU”. Dalam album tersebut Duo Finest Tree mengatakan bahwa mereka mempunyai lagu yang diandalkan didalamnya berjudulkan “LUPA BAWA NYALI”. Karir mereka terus berlanjut loo lur bahkan pada tahun 2015 mereka sudah berhasil mendapatkan label bersama Universal Music Indonesia dan mereka berhasil merilis sebuah single “KAU dan AKU” sebuah single yang cukup banyak didengar di platform music tanah air. Mereka akhirnya merasa tertantang dan mencoba menulis sebuah album secara independen, pada tahun 2019 mereka meremake sebuah album berjudulkan “TERTUJUH”. Akhirnya pada pertengahan tahun ini mereka berhasil merilis single terbaru mereka “MEMBIRU”.

              Lagu “Membiru” merupakan karya terbaru  setelah EP Album “Tertujuh” yang telah dirilis pada November 2019 lalu. Lagu ini akan menjadi pembuka album The Finest Tree selanjutnya. Tomo Widayat yang juga additional guitar atau synth Sheila on 7 masih dipercaya memproduseri single terbaru ini. Di balik setiap baris lirik-liriknya, lagu “Membiru” memiliki makna yang cukup mendalam bagi perjalanan Cakka dan Elang sebagai musisi. Kakak beradik ini tak memungkiri, semasa berjalan sendiri-sendiri di masa hiatus, berbagai pengalaman asam dan pahit sempat datang secara bertubi-tubi ke kehidupan mereka. Meski demikian, mereka memandang pengalaman tersebut sebagai cobaan dalam hidup yang memang harus dilewati. “Lagu ‘Membiru’ kami ciptakan sebagai bentuk refleksi diri atau lebih tepatnya sebagai alarm atau pengingat apabila rasa kecewa itu datang kembali, saya sudah mengerti cara untuk melewatinya,” ujar Elang. Menurut Cakka, bukan orang lain, melainkan diri sendiri lah yang dapat mengubah segala kesedihan dan pengalaman pahit masa lalu tersebut untuk menjadi sesuatu yang positif di masa depan. Kurang lebih, pesan itulah yang hendak mereka sampaikan kepada para pendengar lewat lagu “Membiru”. “Intinya dihantam berapa kali pun semampunya sejatinya manusia diberi gift kuat oleh Tuhan sehingga semua pengalaman akan menjadi pelajaran berarti untuk langkah selanjutnya,” tambah Elang. 

              Berbeda dengan kebanyakan lagu The Finest Tree sebelumnya, sentuhan unsur musik elektronik dan gaya musik 80-an dimunculkan dalam single “Membiru”. Menurut Tomo Widayat yang memproduseri single “Membiru”, hal itu sengaja dilakukan sebagai upaya untuk tetap relevan di zaman sekarang. “Membiru adalah upaya The Finest Tree untuk relevan dengan zaman, di mana unsur-unsur elektronik dan bunyi-bunyian ala 80-an diminati orang-orang muda,” terang Tomo Widayat. Di sisi lain, rilisnya single “Membiru” mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Salah satunya dari Eross Candra yang juga gitaris Sheila on 7. Bagi Eross yang telah lama terlibat di balik panggung The Finest Tree, single “Membiru” mewakili perjalanan musik yang telah dilewati Cakka dan Elang sebagai duo. “Membiru adalah lagu yang mewakili dari perjalanan musikal The Finest Tree yang tidak sebentar. Banyak cerita yang sudah mereka harus lalui dengan berbagai drama dan konsekuensinya. Inilah The Finest Tree hari ini, enjoy the ride,” ujar Eross. Selamat Menikmati dulur dewe dan jangan lupa jaga kesehatan!

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *