TENGOK KULINER NGGA BIASA SAKA INDIA

Bentrok India-Cina sebagaimana dilansir pranala @bbcindonesia https://www.bbc.com/indonesia/dunia-53089452 yang memakan korban jiwa pada 18 Juni 2020 lalu masih panas berasap semacam sop yang umub di tungku. Cuitan Menteri Serikat Pekerja India @ramdas_athawale untuk memboikot hotel dan restoran yang menjual masakan Cina pada bulan Juni lalu dianggap jadi salah 1 solusi untuk “melawan” Cina. Namun hal tersebut menuai kontra dari Presiden Asosiasi Restoran Nasional India – @katriaranurag, yang menegaskan bahwa cuitan tersebut sangat ngga logis dan hanya akan “menyakiti” usaha kuliner lokal terutama saat pandemi. Well… WeMedia berharap semoga konflik segera berlalu ya Lur…

Bicara tentang kuliner “ngga biasa” dari Cina mungkin udah “biasa” ya Lur… mulai dari embrio bebek/ayam, testis dan penis domba, sate kalakengking dan kuda laut, sampai kelelawar ngambang di sup yang dicurigai bertanggung jawab terhadap pandemi. Tapi kali ini WeMedia tengok beberapa kuliner ngga biasa dari India. Keanekaragaman rempah-rempah, faktor iklim dan budaya menjadi vital dalam resep kuliner khas India.

 

Mulai dari PHAN PYUT  yang terbuat dari kentang busuk. Lebih enak kalau diterjemahkan sebagai kentang “lanjut usia” kali yah… Hidangan ini bisa disajikan mentah dan bisa juga dengan tambahan rempah-rempah. Bagi penduduk di kawasan timur laut India, hidangan ini jadi makanan khas sehari-hari. Masih dari kawasan yang sama, lebih tepatnya di Assam, dulur-dulur juga bisa tengok ERI POLU. Hidangan ini terbuat dari pupa ulat sutera – Eri, yang dimasak dengan rebung bambu dan rempah-rempah. Kata penduduk lokal, hidangan ini lumer ketika dimasukkan dalam mulut. Trus… WeMedia bergeser ke sisi barat daya India – Goa, yang terkenal dengan pantai, kehidupan malam dan hidangan laut. Adalah MORI MUTTON, hidangan yang terbuat dari anak ikan hiu ini disajikan tanpa bagian kulit dan dimasak dengan kari kental. Pastikan dulur punya cukup minuman dalam jangkauan karena lezatnya hidangan ini – konon – pedas dan kuat.

 

Kuliner berikutnya adalah PATAL BAGERI. Bahan utama hidangan ini adalah daging tikus. Dengan penanganan yang tepat, sumber yang kaya protein ini dapat dikonsumsi tanpa disertai penyakit. Bahkan @indianexpress dalam pranala http://archive.indianexpress.com/news/bihar-restaurants-to-serve-rat-meat-as-delicacy/387282/ menyebutkan proposal peternakan tikus sudah digarap (sejak 2008) dengan serius untuk mengangkat derajat hidup komunitas Dalit yang secara umum adalah suku pemakan tikus (disebut “Musharars”). Hm… WeMedia jadi mikir, gimana dengan kuliner Kawok di Minahasa ya Lur… Eniwe, kuliner berikutnya termasuk kategori hidangan penutup. Dessert populer yang dashatnya memuaskan ini bernama Benami Kheer. Kalau dulur-dulur mikir bawang putih ngga bisa dihidangkan sebagai dessert, well… think again Lur…Di India Utara, hidangan berbahan utama bawang putih ini diiris tipis-tipis dan dimasak berjam-jam dalam susu hingga level gurihnya maksimal. Konon, hidangan ini memiliki sejarah dalam era Mughal dan hanya disajikan dari dapur kerajaan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *