Kata Maaf Kadang Sangat Sulit Diucapkan, Namun Kata itu Sendiri Mempunyai Makna yang Mendalam.

SEVENCHORDS – UNTUKKU KEMBALI

Hadir lagi lur, WERadio dengan rubrik Press Release nih. Wes siap? Yok mari lanjut. WERadio bakal bahas band asal Bandung lur. Band ini bernama SEVENCHORDS dengan single terbaru mereka setelah vakum 2 tahun ini judulnya “UNTUKKU KEMBALI”. Band ini beranggotakan Arby, Asa, Tiesa, dan gitaris Aldi Rubini. Sebelumnya Dwiky Hardika, juga menjadi salah satu personel Sevenchords, dan saat ini memutuskan untuk fokus diluar musik. “Somehow, keberadaan Dwiky itu seperti memberikan harapan dan energi baru buat Sevenchords dan buat saya khususnya. Vakumnya Kevina [Meilisa, pemain saksofon] juga berpengaruh, khususnya buat ngasih balance di teamwork Sevenchords serta opini tentang persaingan industri musik saat ini.” tutur Aldi. Akan tetapi, segala sesuatu harus tetap berlanjut.

Lagu “UNTUKKU KEMBALI” masih bertemakan sama dengan single-sinlge lainnya “CINTA”. Namun sang Arby berusaha menyisipkan pesan moral bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang senantiasa membuka pintu maaf bagi orang lain. “Semoga lagu ini dapat menjadi penyejuk hati para pendengar setia kami yang telah menanti karya terbaru Sevenchords setelah kurang lebih empat tahun,” tambahan Arby. Penabuh drum Sevenchords, Amazia Yedija Pangasa Sabu atau Asa, memberikan nuansa yang berbeda dalam lagu ini. Asa mengatakan lagu Untukku Kembali memang sengaja dibuat sederhana dengan hanya menggunakan suara kick, tepuk tangan, dan cymbal. “Kenapa? Sebenarnya untuk mengikuti konsep lagu, membayangkan lagu ini dinyanyikan di depan api unggun sambil sing a long malam-malam. Jadi alat-alat yang dipakai pun minimalis saja,” ucap Asa. Lebih lanjut, Asa menyampaikan alasan memasukkan nada-nada buatan lain seperti suara flute ataupun bunyi-bunyian lain yang dibuat secara elektrik. Ia menyampaikan nada pendukung tersebut digunakan lantaran cocok dengan karakter lagu itu.  “Sebenarnya, awalnya mau ada string dan lain-lain. Tapi takut terlalu ramai, jadinya sederhana aja. Benar-benar sederhana. Nada-nada pendukung itu hanya untuk pemanis, supaya instrument yang ada lebih variatif,” ucapnya menambahkan.

Ada cerita unik didalam pembuatan lagu ini dan penerbitan band ini sang vokalis sendiri ternyata pesimis dengan bandnya sendiri. Tiesa sang vokalis beraggapan bahwa bandnya tidak akan berkembang karena kesibukan masing-masing anggota personil plus dengan idealis masing-masing anggotanya tentang bermusik juga menjadi alasan mengapa sang vokalis pesimis. “Kedewasaan tentang cara kami membagi waktu, brainstorming, mau mencari benang merah dari opini masing-masing yang membuat kita lanjut dan dibuka lewat lagu ini,” ujar Tiesa. “Tapi kami yakin kalau kami selalu melangkah, kami akan menghasilkan karya yang jadi satu rangkaian cerita buat kami. Dan mudah-mudahan cerita kami mewakili cerita yang mendengarkan lagu ini [Untukku Kembali].” Namun semuanya terjawab akhirnya mereka bisa melaunching single pertama mereka dan bisa dinikmati semua platform media lagu.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *