Marchendise iku perlu opo gak?

Mulai dari gimmick event sebagai ajang promosi sampai ragam produk untuk diperjualbelikan, definisi yang majemuk dari ragam referensi terpercaya pun seringkali membuat ke-hakiki-an “Merchandise” di-pertakon-kan. Beda pemahaman dalam konteks yang dimaksud dapat mengarah pada perdebatan minor. Untuk menghindarinya, WeMedia coba ulik definisi “Merchandise” dalam konteks yang paling umum dengan 2 tautan referensi terpercaya. Tautan dari luar tanah air yaitu Oxford Languages, dan tautan dari dalam negeri yaitu Dosen Pendidikan. Konteks manapun yang nantinya dulur-dulur pakai, pastikan kawan bicaramu stay tuned dengan maksudmu ya Lur…

Definisi yang ditaut dari Oxford Languages menjelaskan “Merchandise” sebagai ragam produk maupun barang yang diperjualbelikan dalam sebuah retail/toko. Dari segi bisnis, “Merchandise” termasuk tipe usaha yang paling umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, toko memesan ragam produk dan barang dari berbagai penyedia dalam skala besar untuk dijual lagi ke konsumen dalam skala yang jauh lebih kecil maupun satuan. Berdasarkan definisi ini, WeMedia mengambil contoh @indomaret. Dengan pemahaman sesuai tautan ini, berarti semua ragam produk yang diletakkan di dalam etalase toko disebut sebagai “Merchandise”. Kapan terakhir kamu pergi ke @indomaret Lur? Dalam perkembangan di era digital, etalase dalam retail modern berwujud platform yang perlu diunduh terlebih dahulu oleh konsumen.

Definisi yang ditaut dari Dosen Pendidikan menjelaskan “Merchandise” sebagai ragam souvenir / gimmick yang diberikan secara gratis kepada peserta setelah selesai mengikuti rangkaian program. Ragam tujuannya sarat dengan makna promosi penyedia “Merchandise” mulai dari bentuk apresiasi / tanda terima kasih, branding image yang menunjukkan diferensiasi dengan kompetitor, hingga “magnet” massa dalam rangkaian program / event.  Mulai dari alat tulis, aksesoris, kelengkapan baju, topi, hingga peralatan rumah tangga dapat digandakan fungsinya sebagai “promosi berjalan” sejauh dipakai oleh pengunanya. Berdasarkan definisi ini, ragam produk yang WeMedia kasih gratis  buat dulur-dulur yang ikutan program WeMedia juga disebut sebagai “Merchandise”. Eh kok malah jadi promosi? Boleh dong, sekalian WeMedia ingetin supaya dulur-dulur tetap stay tuned di program-program keren mendatang. Simak terus ya Lur!

 

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *