Galau Istilahnya Adalah Hak Setiap Insan Manusia di Bumi, Rentan Waktu Penyembuhan dan Cara Menyikapinya Pasti Berbeda

DEAD BACHELORS – MISSING THE MEMORIES

Salam dulur dewe WERadio hadir selalu dengan rubric yang senantiasa menghibur untuk selalu dirumah aja. WERadio mendapat kesempatan terus loo lur gae ngulik-ngulik band-band dengan rilisan lagu terbaru mereka. WERadio kali ini akan membahas band DEAD BACHELORS. DEAD BACHELORS beranggotakan Narendra Pawaka dan Mario Pratama, Dalam duo ini, Narendra atau yang akrab dipanggil Eda bernyanyi, menulis lagu sekaligus bermain ukulele. Mario sebagai drummer. Kombinasi yang dikenal juga sebagai Duo Budjang ini memadukan banyak referensi musik dari lintas generasi dan juga genre, dari mulai Synth pop tahun 80, Old school rock tahun 90-an sampai dengan pop terbaik era 2000an. Beberapa referensi musik mereka ada BLEACHERS (Jack Antonoff), The Weeknd, Rex Orange County, Tears for Fears. Sekilas Dead Bachelors membuat musik yang terdengar komedik namun tujuan mereka sebenarnya adalah membuat sesuatu yang dapat dimengerti dan juga mudah dirasakan pendengarnya. Bagi Dead Bachelors yang terpenting dalam bermusik adalah bisa menghibur orang-orang dalam masa gelapnya. “We want to shed some light  during the darkest of days of someone to remind them there is always a light at the end of everything.

Duo yang terdiri dari Narendra Pawaka (Eda) dan Mario Pratama sebelum ini merilis sebuah single berjudul A Kiss You Can’t Take Back dibulan Maret. Pada Bulan Juni DEAD BACHELORS merilis Miss The Memories bercerita tentang, konteks lagunya menunjukkan perspektif sepasang anak muda tentang bagaimana cara mereka menghadapi sebuah fase “putus hubungan”. Secara konteks lagunya, Ide awal lagu ini datang dari pecakapan antara Eda, Mario dan Andreas Arianto (Produser) melalui sebuah pesan singkat di WhatsApp tentang bagaimana mereka ingin membuat lirik mengenai ingin merasakan rasa kangen. Miss The Memories akan menjadi track pembuka dalam EP Part II Dead Bachelors, secara Lagu ini ditulis oleh Narendra Pawaka, Mario Pratama sekaligus Andreas ARianto. Secara genre, Dead Bachelors menggabungkan berbagai genre electronic music seperti house, EDM dan juga memadukannya dengan elemen musik pop tahun 2000-an. Dekat diakhir lagu mereka juga dengan berani menambahkan elemen yang tidak terduga, mereka merubah alur musiknya ke arah hip hop dengan Eda memamerkan kebolehannya ngerap. Walaupun sedikit abstrak, Dead Bachelors berhasil menjaga konsistensi kualitas dan warna musiknya. Miss The Memories sudah bisa didengarkan mulai hari ini di digital streaming platforms seperti Spotify, Apple Music, JOOX, Deezer, YouTube Music, Langitmusik dan lain-lain.

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *